Anda Wanita Perlu Me Time, Ini Tujuh Sebabnya

Posted on

Sebagian wanita disibukkan dengan rutinitas harian sebagai ibu, istri, anak, sekaligus pekerja. Itu sebabnya wanita jarang sekali mendapatkan waktu untuk diri sendiri atau ‘me time’. Padahal, me time juga penting untuk kesehatan jiwa dan raga, utamanya bagi wanita.

“Waktu menyendiri bisa membantu Anda lebih memahami diri sendiri, pikiran, serta emosi Anda,” ujar Katherine L. Muller, PsyD, direktur asosiat di Center for Integrative Psychotherapy.

Tak hanya sekadar membantu Anda lebih mengenal diri sendiri, me time juga memiliki dampak positif tak terduga seperti misalnya membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik, tidur lebih nyenyak, serta menikmati kebersamaan dengan orang lain.

Berikut penjelasannya seperti dilansir dari laman Woman’s Day:

1. Me time mengajar Anda untuk menikmati waktu sendiri

Banyak orang menganggap bahwa beraktivitas mandiri atau sendirian identik dengan kesepian. Padahal tidak demikian. Kita mungkin lupa bahwa kita bisa bisa menikmati aktivitas sendirian seperti menonton film, berjalan-jalan di mal, atau bersantai di pantai sendirian sama menyenangkannya dengan bersama teman, pasangan, atau kerabat.

Menurut Muller, melakukan aktivitas menyenangkan seorang diri memberi kesempatan untuk kita menikmati hal-hal yang menjadi minat pribadi. Hal itu sekaligus mengingatkan akan kemampuan kita untuk membuat diri sendiri bahagia.

2. Membantu Anda tetap tenang

Ketika Anda kesal, stres atau sedih, Anda cenderung fokus pada sisi negatif dari segala hal. Bahkan tak urung kesibukan sehari-hari pun cenderung membuat kesal. Muller menyarankan, dengan meluangkan waktu untuk memproses emosi secara aktif, Anda bisa mengelola emosi sebelum meledak.

Sesekali jadwalkan untuk menyendiri dengan duduk di taman atau kedai kopi dan tulis apa saja yang tengah Anda rasakan atau mengganggu benak. Anda tak perlu merasa-rasa atau berpikir apakah yang Anda rasakan masuk akal atau tidak. Tulis saja.

“Dengan menuliskan apa yang Anda pikirkan di kertas, Anda membawa perhatian pada hal atau emosi itu sebelum nantinya menumpuk dan membuat Anda lepas kontrol,” ujar Muller.

Comments

comments

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *