Di Matanya, Aku Tak Secantik Cewek Selebgram

Posted on
Berhentilah membanding-bandingkanku./Copyright pixabay.com
Memang sakit hati ini rasanya bila dibanding-bandingkan dengan penampilan cewek atau perempuan lain.

Membaca kisah wanita ini yang diikutsertakan dalam ini bikin kita ikut gregetan. Gregetan dengan pacarnya yang selalu membanding-bandingkannya dengan cewek lain.

***

Dear Diary,

Kamu tahu Diary, hari ini tepat 6 bulan aku sama dia jadian. Dia ngajak aku dinner besok malam. Tapi aku bingung harus pakai baju apa. Dia selalu komentar mengenai penampilanku. Baju yang aku pakai dia bilang nggak kekinian. Wajah no make up, nggak cantik. Dan sepatu yang aku pakai dia bilang sudah lusuh.

Aku bingung Diary, dia sebenarnya beneran sayang sama aku atau enggak? Dia selalu memuji perempuan lain saat aku bersama dia. Entah itu sedang nonton di bioskop atau cuma sekedar jalan–jalan, selalu ada saja objek dari perempuan lain yang dia bandingkan dengan diriku. Dia bilang harusnya aku jadiin penampilan sebagai prioritas utama supaya pasanganku itu senang dengan aku yang cantik.

Kemarin aku sama dia jalan–jalan ke Taman Suropati, terus kami lihat ada perempuan sedang latihan biola. Perempuan itu menurutku memang cantik nan feminim. Perempuan itu memakai dress selutut warna hitam dengan motif bunga–bunga kecil warna merah. Sepatunya model flat dengan warna senada motif dress yang dia pakai. Perempuan itu juga berkulit putih karena sepertinya dia ada keturunan bangsa Arab dengan rambut lurus tergerai sebatas pinggang. Terus dia bilang kepadaku supaya mengganti cara berpakainku yang cuma memakai kaos, jeans dan sepatu Converse ini menjadi seperti perempuan itu.

Dia juga sering bilang supaya aku perawatan ke salon dan ke klinik kecantikan supaya aku seputih dan secantik perempuan–perempuan selebgram. Padahal di wajahku tidak ada jerawat. Kulitku pun terbilang cukup cerah walaupun tidak sampai seputih perempuan–perempuan selebgram, hanya kuning langsat khas perempuan Indonesia.

Dan lagi, aku juga nyaman menggunakan pakaian yang biasa aku kenakan. Beserta sepatu yang aku pakai dan wajah tanpa polesan make up yang sederhana. Bagiku tak masalah selama tak melanggar norma kesopanan. Bukan tanpa alasan aku tidak mengikuti kemauannya yang menuntutku untuk berpenampilan menarik. Aku tak keberatan untuk memakai dress macam perempuan yang kami lihat di taman Suropati. Tapi untuk make up, aku keberatan karena kulit wajahku sensitif yang sering membuatku iritasi dengan kosmetik sekalipun hanya bedak. Dan terlalu buang–buang uang jika aku mencoba satu per satu produk kosmetik. Kulit kakiku juga tipis, jadi saat aku memakai sepatu flat atau high heels bisa menyebabkan luka pada kakiku dan itu tidak nyaman untuk ke depannya.

Karena sejujurnya keperluanku yang lebih penting lebih banyak daripada sekadar memikirkan penampilan. Aku harus membiayai kuliahku sendiri. Aku membeli buku penunjang kuliah dengan uangku sendiri. Aku juga membantu orangtuaku untuk membiayai sekolah adikku. Apa ada yang salah dengan prioritasku?

Comments

comments

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *