Jualan Tisu Sambil Hujan-hujanan, Cerita Bocah Ini Bikin Sedih

Posted on
Saat seorang pengendara motor memintanya untuk pulang, bocah penjual tisu ini malah beri jawaban yang mengejutkan. (Foto: Instagram @debiramona)

Saat seorang pengendara motor memintanya untuk pulang, bocah penjual tisu ini malah beri jawaban yang mengejutkan. (Foto: Instagram @debiramona)

Sebuah foto yang menyimpan satu cerita menyedihkan kini tengah viral di dunia maya. foto tersebut diunggah oleh pemilik akun Instagram @debiramona. Dalam foto yang diunggahnya pada Selasa (8/11/2017) terlihat ada seorang pria yang menggunakan helm tengah berbincang dengan seorang bocah laki-laki yang duduk di tengah jalan.

Saat itu cuaca sedang hujan deras, namun Debi Ramona mengaku bingung lantaran bocah tersebut bukannya mencari tempat untuk berteduh tapi dia malah terus duduk sambil membawa plastik hitam. Pria yang menggunakan helm tersebut ternyata adalah suami Debi. Ia dan suami yang merasa kasihan dengan bocah yang sedang hujan-hujanan itu pun langsung memberhentikan kendaraannya.

Dalam postingannya yang kini telah dipenuhi dengan ratusan komentar Debi menceritakan soal kisah sedih si anak penjual tisu yang harus tetap berjualan meskipun saat itu, cuaca tengah hujan deras. Dan hal yang paling mengejutkan lagi adalah ketika diminta untuk pulang si anak malah memberikan jawaban yang menyedihkan , sekaligus membuat geram.

“ Belum ada yang laku bang, belum boleh pulang,” jawab si bocah laki-laki saat ditanya kenapa tidak pulang padahal saat itu hujan deras. Dan inilah cerita menyedihkan selengkapnya yang telah diunggah oleh akun Instagram @debiramona.

Bocah Penjual Tisu, Tidak Pulang Jika Dagangan Belum Terjual

“Ini cerita kemarin sore dalam perjalanan pulang dengan suami ditengah derasnya hujan mengguyur kota Pekanbaru kami melihat seorang anak laki-laki mengenakan seragam sekolah TK sedang duduk di pembatas jalan, tepatnya di jalan Soekarno Hatta depan SPBU seblum simpang 4 SKA.

Awalnya kami tidak begitu memperhatikan si anak. Tapi setelah lewat tepat disampingnya kami merasa ada yang aneh, kenapa dia tetap duduk di tengah jalan tanpa ada keinginan sedikitpun untuk berteduh keseberang jalan. Kami pun berhenti dari seberang jalan & meneriaki si anak untuk mau ke pinggir jalan dan berteduh, tapi dia hanya menggelengkan kepala. Lantas suami turun dan mendekati si anak yang tetap duduk di pembatas jalan tersebut..

Comments

comments

Loading...