“Maafkan Ibu Nak yang Tega Menghilangkan Nyawamu, Ibu Cuma Ikut Petunjuk Dokter”

Posted on

Jarrod melakukan pertolongan pertama dengan CPR dan Jillian mulai sibuk menelepon nomor darurat agar ambulan segera sampai ke rumahnya.

Pada saat mereka tiba di UGD, Landon ditemukan memiliki pulseless electrical activity (denyut jantung tanpa tekanan darah). Ia lalu diintubasi dan menerima beberapa putaran epinefrin. Ia mengalami hipotermia dengan suhu 93,1 F. Setelah 30 menit dilakukan CPR, tidak ada aktivitas jantung ditemukan pada USG.

Dengan persetujuan orang tua, CPR dihentikan dan Landon tetap di ventilator sambil terus menerima saline IV. 20 menit kemudian, dengan cairan IV, ia kembali mendapatkan denyut nadi. Landon dinyatakan koma dan dipindahkan ke NICU tingkat II untuk mendapatkan perawatan untuk bayi yang mengalami cedera otak.

Menurut dokter, Landon didiagnosis dengan dehidrasi hipernatremia dan serangan jantung dari shock hipovolemik.

Landon melalui scan MRI otak di rumah sakit, dan dikonfirmasi mengalami cedera otak konsisten dengan hypoxic-ischemic encephalopathy atau cedera otak akibat kekurangan oksigen karena tekanan darah rendah dari dehidrasi dan serangan jantung.

Dia juga didiagnosis dengan aktivitas kejang difus pada EEG, konsekuensinya cedera otak meluas dan parah. Melihat prognosis buruk tersebut dan tak mungkin diselamatkan, Landon akhirnya dilepas dari alat pendukung kehidupan 15 hari kemudian.

“Apa maksudnya dehidrasi? Anakku terus menerus berada di payudaraku untuk disusui,” tanya Jill saat berada di ruang UGD.

Penyesalan Pun Ada..

Saat itu, dokter di NICU mengatakan sebuah saran yang dengan penuh penyesalan, tak pernah diberikan oleh dokternya dulu, “Tentu saja ASI adalah makanan terbaik untuk anak saat ia lahir. Tapi berikan susu di botol jika produksi ASI ibu tidak cukup, agar anak tidak kelaparan,.”

Jillian menyesal tidak tahu pengetahuan ini sebelumnya. Ia berandai-andai, jika saja ia memberikan satu botol susu saja, barangkali Landon masih hidup dan kini tumbuh jadi anak 5 tahun yang sehat.

Comments

comments

Loading...