“Maafkan Ibu Nak yang Tega Menghilangkan Nyawamu, Ibu Cuma Ikut Petunjuk Dokter”

Posted on

Dengan pengalamannya tersebut, Jillian menghimbau para ibu untuk tidak ngotot dengan idealisme ASI di saat payudaranya tak cukup membuat bayinya kenyang. Karena di saat-saat tertentu, memberikan susu tambahan bisa jadi jalan terbaik untuk menyelamatkan nyawa bayi.

Sejauh ini, literatur sains juga menunjukkan bahwa bayi yang kehilangan lebih dari 7% berat badan yang ia miliki saat lahir, mempunyai risiko tinggi mengalami penyakit kuning yang parah dan hipernatremia (kondisi natrium di dalam darah terlalu tinggi karena tubuh kekurangan cairan).

“Tahukah Anda bahwa tak seharusnya bayi terus menerus menangis? Tahukah Anda bahwa mestinya bayi buang air kecil sesering ia menyusui? Tahukah Anda bahwa menaruh bayi di payudara bukan berarti bahwa ASI akan keluar sebanyak yang diharapkan? Tahukah Anda berapa batasan berat badan yang harusnya bayi alami dan berapa banyak jumlah cairan yang harusnya keluar dari tubuh bayi?” tulis Jullian.

The Fed juga menyarankan para ibu dan tenaga medis agar mengedukasi diri dengan pengetahuan yang cukup soal kebutuhan bayi. Jalan lainnya juga dengan berusaha mencari donor ASI dari ibu yang lebih mampu.

Apa yang menimpa Landon menjadi pelajaran hidup yang penting bagi Julian, sehingga ia mulai membekali diri dengan segudang pengetahuan sebelum memutuskan untuk hamil lagi.

Comments

comments

Loading...