Melukai Hati Istri Sama Saja Mengundang Murka Allah Dan Membuat Rezekimu Seret, Tolong Bagikan Ke Suamimu Sekarang Juga!

Posted on

Hal ini tentu membuat suami juga menjadi tidak tenang dalam mencari nafkah. Ketika sudah lelah dengan banyak pekerjaan, mereka pun harus menghadapi istri yang muram di rumah. Akhirnya karena sama-sama berpikiran negatif, maka akan menutup kebaikan yang akan datang termasuk urusan rezeki. Suami pun menjadi tidak semangat ketika harus bekerja dengan kondisi seperti ini.

4. Suami Tidak Didukung

Tak bisa dipungkiri perasaan sakit hati istri ketika disakiti suami akan berdampak terhadap tindakan istri. Salah satunya istri tidak lagi menjadi pendukung sepernuhnya bagi suami.

Suami dibiarkan berjuang sendirian karena istri berpaling tidak mempedulikannya lagi. Dengan begini, suami tidak punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan dalam hidup.

5. Berpengaruh dalam Mendidik Anak

Istri yang tidak bahagia tidak bisa diandalkan dalam mendidik anak yang bahagia dan berguna. Kekecewaan terhadap suami akan berdampak pada perilaku mereka terhadap anak. Padahal rezeki bisa datang darimana saja, termasuk dari anak. Rezeki juga bukan hanya berupa uang, tapi juga berupa anak-anak sholeh yang menemui orangtuanya dengan wajah bahagia setiap hari.

Demikianlah beberapa alasan yang bisa menyebabkan rezeki suami seret jika melukai hati istri. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka segeralah perbaiki hubungan dengan istri. Jangan biarkan hati istri terluka cukup lama. Bangunlah kembali kondisi sakinah mawaddah warahmah dalam rumah tangga dengan mencoba memahami perasaan istri.

Wallahu A’lam.

__

Kisah melancarkan rejeki ini saya dapat tanpa sengaja. Beberapa tahun yang lalu saat saya berangkat kuliah, saya bertemu dengan orang yang memberikan wejangan ini.

Hari itu saya terburu-buru berangkat ke tempat kuliah, maklum hari itu saya agak terlambat. padahal hari itu mata kuliah favorit saya. Saat hujan turun tiba-tiba, saya baru sadar kalau lupa membawa mantel, akhirnya berteduhlah saya di sudut sebuah warung.

Comments

comments