Mengejutkan, Ternyata Bukan Sekedar Mitos, Ternyata, hamil memang bisa menular lho! Begini nih Hasil Penelitiannya..

Posted on

Selama ini kamu mungkin sering atau pernah mendengar tentang mitos kehamilan yang bisa ditularkan. Tiap daerah di Indonesia tentu punya cara berbeda untuk memperkuat mitos ini. Misalnya saja, ada mitos yang mengatakan kalau jempol kaki orang yang belum hamil diinjak oleh orang yang sedang hamil, maka ia akan segera hamil. Begitu juga dengan mitos menduduki bekas tempat duduk orang yang sedang hamil bisa membuat seseorang cepat hamil. Seorang wanita yang telah menikah dan ingin cepat punya anak atau sudah lama menikah namun belum memiliki anak disarankan untuk menggendong bayi yang baru saja lahir.

Selain itu ada juga yang menyarankan untuk melakukan kegiatan menempelkan telapak tangannya ke perut seorang ibu/wanita yang sedang hamil lalu menempelkannya ke perut sendiri dengan harapan perutnya juga segera hamil. Kira-kira, benar nggak ya?

Mitos ketularan hamil

Hal semacam ini dilakukan oleh kenalan yang sangat ingin mempunyai anak. Kebetulan yang bersangkutan telah menikah lebih dari tiga tahun namun belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Saat yang bersamaan istri kakak saya juga baru saja melahirkan. Beberapa orang ibu rumah tangga datang mengunjungi rumah kami untuk menjenguk istri kakak yang baru melahirkan beberapa haris sebelumnya. Saat itu para ibu yang sudah senior menyuruh bahkan mendesak seorang ibu muda muda yang sangat ingin hamil/punya anak untuk menimang dan memangku bayi kami untuk beberapa menit. Entah ada hubungannya atau tidak dengan apa yang telah dilakukannya di rumah saya, tidak berapa lama kemudian yang bersangkutan hamil. Para ibu senior pun berseloroh bahwa hal tersebut berkat menimang dan memangku bayi yang baru lahir.

Berdasar penelitian yang dilakukan di Amerika, kehamilan ternyata memang bisa menular di lingkungan pertemanan atau keluarga, terutama yang dipengaruhi orang-orang terdekat. Studi menunjukkan bahwa seorang perempuan bisa terpengaruh besar untuk juga memiliki anak saat ada orang terdekatnya melahirkan anak pertama, begitu juga untuk anak seterusnya.

Comments

comments

Loading...