Panji Sang Petualang Dikabarkan Meninggal, Tapi Kenyatannya . . .

Posted on

Apakah kalian masih ingat dengan Panji Sang Petualang?

Nama Panji mulai terkenal setelah berperan jadi pawang dan penjinak hewan di sebuah acara televisi.
Setelah acaranya usai, Panji sempat cukup lama tak terdengar lagi namanya.

Lalu ada isu bahwa Panji meninggal, namun ini hanyalah kabar angin saja.

Isu meninggalnya Panji Sang Petualang, sempat viral beberapa waktu lalu. Isu itu menyebar di kalangan netizen, tanpa ada konfirmasi.

Melansir dari Tribun Pontianak (2/5/2017) Panji mengatakan, tidak tahu dari mana kabar itu berasal. “Alhamdulillah sehat. Kabar baik. Kalau sakit tidak di sini,” katanya seraya tertawa.

Sang-Ptualang

Panji menjelaskan, kevakumannya dari televisi karena ingin mencari ide kreatif baru. Dirinya juga tetap berpetualang dan mencari yang lebih menarik. Dia juga masih suka menggeluti dunia satwa terutama reptil.

“Awalnya jenuh. Kemudian mulai mencari ide kreatif baru. Kan sudah sembilan tahun sama ular.”

“Tapi aku tetap adventure, cari yang lebih menarik.”

“Kalau seperti itu terus nanti orang pasti bosan. Jadi break dulu,” katanya.

Panji Sang Petualang juga masih sering diundang dalam acara off air.

Misalnya seperti edukasi, pengenalan reptile ke masyarakat dan beberapa kali roadshow.

Buaya

Dirinya mengaku bersyukur atas respon positif masyarakat. Namun baru-baru ini Panji kembali curhat dan mengeluh di media sosial lantaran pernah diisukan meninggal.

Postingan ini diunggah akun Facebook Panji Petualang pada Sabtu (4/11/2017).

Dalam unggahannya ini Panji menulis, “Ya Allah kurus item pendek di bilang mati lagi sama orang se Nusantara, ngenes bener… Nasibbbb nasibbbb.”

Dia juga mengunggah 5 foto saat dirinya menjinakkan ular dan buaya. Akun Facebook Panji Petualang sendiri telah diikuti oleh lebih dari 7 ribu orang.

Panji

Curhatan Panji itu juga cukup viral. Padahal belum ada 24 jam diunggah, postingan ini telah mendapatkan banyak respon netizen.

Terbukti dengan sudah ada lebih dari seribu share, like dan puluhan komentar.

Comments

comments

Loading...