Uus Dukung Rina Nose: Kebaikan Jangan Hanya Diukur dari Atribut

Posted on
sumber: instagram uus

Presenter sekaligus komedian Rina Nose membuat sebuah keputusan yang cukup mengagetkan publik. Setelah mengenakan hijab selama setahun, perempuan 33 tahun itu memutuskan untuk menanggalkannya.

Keputusan Rina untuk melepas hijab mendapat dukungan dari komika Uus. Pria bernama asli Rizky Firdaus Wijaksana itu percaya perempuan asal Bandung tersebut pasti telah memikirkannya secara matang.

Lagi pula, menurut Uus, kebaikan seseorang tidak diukur dari atribut yang ia kenakan. “Gue mah cuma bilang apapun keputusan Teh Rina, Teh Rina terlalu baik kalau kebaikannya hanya diukur dari atribut yang dia pakai,” ucapnya kepada kumparan (kumparan.com), Jumat (10/11).

sumber: instagram rinanose

Pro kontra pasti muncul terkait keputusan Rina untuk melepas hijab. Walau begitu, pemain film ‘Get Up Stand Up’ itu mengimbau, publik supaya tidak memaksakan kehendak mereka.

“Orang-orang memaksakan apa yang ada di kepala mereka buat Teh Rina, sedangkan Teh Rina berusaha untuk mengerti mereka semua,” kata Uus.

Meski begitu, Uus mengaku, tidak tahu mengenai alasan Rina melepas hijab. Namun, ia menyatakan, Rina sudah mengenakan turban ketika bertemu dengannya beberapa minggu lalu.

“Terakhir cerita mah dia berjilbab mencoba memahami makna berjilbab, tapi kok orang-orang berjilbab suka gampang banget ngerendahin orang dan ngehakimin orang yang enggak satu koridor sama mereka. Terakhir ketemu beberapa minggu lalu (Teh Rina) udah pakai turban,” ungkap Uus.

sumber: instagram rinanose

Keputusan Rina melepas hijab terungkap melalui unggahan foto terbarunya di akun Instagram, @rinanose. Ia mengunggah foto terbarunya dengan filter hitam putih, dengan bibir berwarna merah. Yang berbeda, di foto itu Rina tak lagi memakai hijabnya. Ia pun menuliskan sebuah keterangan yang cukup panjang, tanpa mengungkapkan alasannya melepas hijab.

“Pengalaman.. Kepahitan.. Kebahagiaan.. Kemarahan.. Kesedihan.. Kesenangan.. Kebenaran.. Kesalahan.. Pencarian.. Kesadaran diri.. Pertanyaan.. Kerapuhan jiwa.. Rasa cinta.. Pergolakkan batin.. Petualangan batin.. Rekayasa pikiran.. Kekuatan pikiran.. Pencarian ilmu.. Perjalanan hidup.. Segala kemungkinan.. Tidak akan pernah selesai, sampai tidak ada lagi kemungkinan (mati)”.

Comments

comments